Faktis dan Karet Sintetis

1. Faktis (Factis)
Factis adalah suatu bahan pengganti karet. Faktis ada 2 (dua) macam yaitu :
  1. Faktis ciklat, diperoleh dari pengolahan minyak ikan dengan berelang
  2. Faktis putih, dibuat dari minyak ikan rapa (nabati) yang dibubuhi S2CI2.
Faktis lebih mudah daripada karet, karena itu mula-mula ditujukan untuk mengganti karet dan mempermudah pencampuran seperti vulkanisasi dan dapat menghasilkan jenis karet yang lebih lunak dan lebih licin.

Vulkanisasi Karet

Vulkanisasi adalah pembuatan suatu barang dimana karet dicampur dengan belerang. Tujuan vilkanisasi karet dalam mencampur dengan belerang dan bahan-bahan lain adalah :
  1. menaikkan mutu karet
  2. agar memberikan sifat keras pada karet
  3. agar tahan terhadap suhu panas atau dingin
  4. agar tahan geseran
  5. agar tahan disimpan lama
  6. untuk menghemat karet

Produk-produk Karet

Dalam dunia perdagangan karet dikenal dalam bentuk :
  1. Sheets Rubber
  2. Crepe Rubber
  3. Block Rubber
Karet diekspor dalam bentuk :
  1. Sheets, crepe, blanket, bark crepe, scraps atau earth rubber
  2. Latex, yaitu dalam bentuk getah
Sheets artinya lembaran-lembaran dibuat dengan tujuan untuk divulkanisir guna membuat barang-barang seperti ban luar dan ban dalam untuk mobil, sepeda motor, pesawat udara dan sebagainya.

Penanganan Karet Alam

A. Lateks karet alam yang terstabilisasi atau terkonsentrasi
Lateks karet cenderung untuk mengental beberapa jam setelah dikeluarkan dari pohon, oleh karena itu harus distabilisasi guna menjamin pengawetannya dan mencegah pembusukan atau pembekuannya. Ini dilakukan dengan jalan menambahkan amoniak kedalam lateks dengan porsi 5 hingga 7 gram per liter lateks, yang selanjutnya menghasilkan produk yang dikenal sebagai "full amoniak" atau FA. Metode amoniak rendah (LA) dilakukan dengan menambahkan sejumlah 1 hingga 2 gram per liter lateks. Ada juga lateks karet alam yang tahan beku yang distabilisasi dengan jalan penambahan sodium salisilat atau formal dehida dan cenderung digunakan di daerah dingin.  Lateks karet alam umumnya dibentuk menjadi konsentrat (utamanya untuk tujuan transportasi) dengan berbagai metode (misalnya dengan cara sentrifugal, evaporasi, creaming).

Pengenalan Karet

Salah satu syarat agar Pejabat dilingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dapat pengklasifikasikan suatu barang dalam Buku Tarif bea Masuk Indonesia dengan baik dan benar adalah :
  • Mengenal barang dari karet
  • Mampu mengklasifikasi barang impor dari karet
Untuk dapat mengidentifikasi barang-barang tersebut, berikut uraian tentang karet.
Karet merupakan zal alamiah berupa getah putih yang diperoleh dari tumbuhan karet dengan jalan melukai (sadap) batang karet dan dibekukan (dalam larutan asam cuka atau sam semut).

Jenis-jenis Plastik

Mengenal berbagai jenis Plastik


1. Polietilena
Suatu polimer tinggi yang diperoleh dari polimerisasi etilena, merupakan termoplastik yang berupa padatan tembus cahaya agak menyerupai lilin (wax).

Ada 2 (dua) macam yaitu :
  • Low Density Polyethylene (LDPE), diperoleh karena proses polimerisasi tekanan tinggi, Berat jenis kurang dari 0.94
  • High Density Polyethylene (HDPE), diperoleh karena proses polimerisasi tekanan rendah, dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan barang-barang plastik, misalnya kantor  plastik, untuk isolator listrik, botol pipa, ember dan lain-lain

Mengenal Berbagai Jenis Plastik

Plastik dan damar tiruan adalah suatu polimer bahan ini mempunyai sifat plastis yaitu dapat diubah-ubah bentuknya sehingga mudah dibentuk karena pengaruh panas dan tekanan. Polimer merupakan senyawa alami atau sintetik. Biasanya struktur molekul merupakan hasil pengulangan dari suatu unit sederhana. Untuk membuat polimer, monomer harus mengalami reaksi kimia, reaksi ini disebut Polimerisasi. Sebenarnya reaksi ini merupakan suatu proses yang rumit walaupun di dalam teori seperti sederhana.

Bahan Kimia Anorganik

Bahan kimia anorganik adalah bahan kimia dari segala senyawa yang diturunkan bukan dari senyawa karbon. agar sesuai dengan struktur dalam Bab 28 menurut Harmonized System, maka tinjauan bahan kimia anorganik di bagi dalam enam sub-sub sebagai berikut :
  1. Unsur kimia
  2. Asam anorganik dan senyawa oksigen dengan bukan logam 
  3. Senyawa halogen atau belerang dengan bukan logam
  4. Basa Anorganik dan senyawa Oksida, Hidroksida dan Peroksida logam
  5. Garam dan Garam Peroksi dari Asam Anorganik dan Logam
  6. Aneka Bahan Kimia Anorganik.

Bahan Kimia

A. Unsur

Pada umumnya tiap-tiap bahan atau zat dapat berada dalam tiga keadaan fisik yaitu : padat, cair dan gas. Tiap bahan terdiri atas sejulah zat sederhana yang disebut unsur. Unsur adalah suatu zat yang tidak dapat dipecahkan untuk diolah lagi menjadi zat lebih sederhana, jika dipergunakan proses kimia. Dalam keadaan alam unsur-unsur itu biasanya bergabung satu sama lain secara kimiawi membentuk persenyawaan. Pada saat sekarang ini telah dikenal 105 macam unsur, diataranya ada 92 macam unsur yang terdapat di alam, lainnya hanya dapat diperoleh secara buatan (artificial). Contoh unsur misalnya : karbon, hidrogen, oksigen, sulfur dan sebagainya.